Akar PartnerAkar Partner

Panduan Pengguna

Akar ERP

Akar Partner · Edisi 2026-04

Tentang Panduan Ini

Panduan ini adalah referensi lengkap untuk menggunakan Akar ERP. Setiap modul dijelaskan dengan tujuan, alur kerja, kolom penting, dan kesalahan umum. Pakai panduan ini sebagai buku pegangan sehari-hari, bukan hanya saat onboarding.

Urutan bab mengikuti menu samping (sidebar). Tiap bab berisi satu modul dengan tangkapan layar dari tampilan sebenarnya. Jika ada tombol atau kolom yang tidak Anda temukan di layar, periksa hak akses pengguna Anda di Pengaturan.

Konsep Inti Yang Perlu Dipahami Dulu

Ada enam konsep yang menjalar ke hampir semua modul. Memahami ini akan mempercepat pemakaian panduan.

  • Tenant adalah ruang kerja perusahaan Anda. Setiap tenant punya CoA, gudang, dan data sendiri. Anda memilih tenant setelah login.
  • Unit Bisnis (Division) memisahkan operasional di dalam satu tenant. Contoh: Retail, Grosir, Online. Hak akses gudang diturunkan dari unit bisnis yang Anda punya.
  • Gudang & Rak (Shelving) adalah lokasi fisik. Tiap gudang bisa punya rak jika dinyalakan. Setiap transaksi stok wajib mencantumkan gudang, dan jika rak aktif wajib mencantumkan rak.
  • Jurnal & Entry semua pergerakan keuangan mendarat di tabel jurnal. Setiap transaksi (penjualan, pembelian, produksi, transfer kas) menghasilkan entry berpasangan debit dan kredit yang selalu seimbang.
  • FIFO Persediaan biaya barang keluar mengikuti urutan barang masuk (First In First Out). Sistem otomatis mengalokasikan biaya dari batch tertua.
  • FC & MC (Mata Uang) FC adalah mata uang fungsional per transaksi (misal USD saat beli impor). MC adalah mata uang pembukuan perusahaan (IDR). Kurs dikonversi di titik kas pembayaran.

Alur Kerja Harian

Pengguna baru bisa menguasai ERP dengan mengikuti urutan ini.

  1. Siapkan Data Utama lebih dulu: Unit Bisnis, Gudang, Item, Supplier, Pelanggan, dan Kode Akun (CoA).
  2. Catat pembelian di modul Pembelian. Sistem membuat entry utang ke supplier dan menambah Barang Dalam Perjalanan.
  3. Terima barang fisik di modul Terima Barang. Barang pindah dari transit ke gudang dan kartu stok bertambah.
  4. Catat pemakaian atau produksi di modul Pemakaian Barang atau Manufaktur (SPK). Stok berkurang dan biaya FIFO diakui.
  5. Catat penjualan di modul Penjualan. Stok keluar FIFO, HPP terbentuk, dan piutang atau kas masuk tercatat.
  6. Bayar utang supplier di Pembelian tab Pembayaran, dan terima piutang pelanggan di Penjualan tab Piutang.
  7. Rekonsiliasi kas di Perpindahan Kas untuk transfer antar akun bank.
  8. Tutup periode dengan memeriksa Laporan Keuangan (Laba Rugi, Neraca, Arus Kas).

Daftar Isi